Saturday, 19 September 2026
Jaringan Media
Logo Site
TERPOPULER • PCNU dan PEMKAB BANYUWANGI Sinergikan Langkah untuk Kemaslahatan Umat • MANTABKAN LANGKAH, PCNU RAPAT KORDINASI • Nu Online Merancang Grand Planing 5 Tahun Kedepan • KEPALA BPN SAMBANGI PCNU • PENGUKUHAN LTNU, SEBAGAI WUJUD GERAKAN LITERASI NU BANYUWANGI • Optimalisasi Website NU Online, PCNU Banyuwangi Gelar Meet and Great Virtual Bersama NU Online • Pengurus Baru LKNU Banyuwangi Dikukuhkan, Siap Bangun Zona Hijau Kesehatan • GP Ansor Muncar Gelar Istighatsah Malam Petik Laut, Doakan Ikan Melimpah dan Ekonomi Nelayan Membaik • PCNU Banyuwangi Sambut Silaturahmi DPC PKB Jelang Harlah Ke-28, Teguhkan Sinergi untuk Umat • "MWC, Lembaga, dan Banom Harus Aktif dan Satu Komando," Tegas Ketua PCNU Banyuwangi dalam TURBA Ngerandu NU di Kalipuro

Transformasi Dakwah NU: Dari Surau Menuju Dunia Maya

NU Online Banyuwangi

Editor 26 Aug 2026 16:48 WIB

Bagikan Artikel
Link berhasil disalin!

Banyuwangi, NU Online- Ketua PCNU Banyuwangi, H Ahmad Turmudzi menegaskan pentingnya media sebagai kekuatan dakwah dalam perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) di era digital. Pernyataan itu disampaikan dalam launching Magazine NU (ZineNU) di Hotel Aston Banyuwangi pada Minggu (23/8/2026). 
Sejak awal berdirinya NU, terang Turmudzi, dakwah dan perjuangan NU tidak pernah jauh dari tradisi dan kehidupan masyarakat. “Dari surau ke surau, itulah perjuangan NU,” katanya. 
Di tengah perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, jelas dia, medan perjuangan dakwah tentu juga mengalami perubahan. Jika dulu kegiatan dakwah dilakukan secara konvensional yang dilakukan dari surau, masjid, dan majelis taklim, kini mmengikui zaman dengan menembus ke dunia maya melalui digital. “Media NU harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi, gagasan, sekaligus nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah kepada Masyarakat melalui media digital,” ungkapnya.
Pria yang biasa disapa Gus Turmudzi itu mengingatkan media NU harus mampu menjadi terdepan. “Orang biasa bisa menjadi luar biasa berkat media. Karena itu, manfaatkan media ini dengan nilai Ahlussunah wal Jamaah dengan searif mungkin,” ujarnya. 
Gus Turmudzi mengingatkan media tidak cukup hanya dengan aktif, tetapi juga harus dikelola secara profesional, menarik, dan bertanggung jawab. Setiap berita yang disajikan harus memiliki narasi yang kuat sehingga mampu menarik perhatian pembaca sekaligus memberikan manfaat. “Hari ini perang kita melalui media. Mari kita giatkan seprofesional mungkin, semenarik mungkin. Sajikan narasi yang menarik,” pesannya.
Kemampuan mengemas sebuah berita, lanjut dia, menjadi hal penting. Sebab, sebuah informasi yang tidak disajikan dengan baik, dapat menimbulkan persepsi yang keliru. Sebaliknya, pemberitaan yang dikemas secara tepat dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membangun citra positif organisasi.
 “Media NU jangan ikut-ikutan memperluas berita-berita buruk yang belum jelas kebenarannya. Setiap informasi harus melalui proses konfirmasi dan verifikasi sebelum dipublikasikan. Ini menjadi bagian penting dalam menciptakan kader NU yang memiliki standar kompetensi dan layak hadir di tengah Masyarakat,” katanya. 
Dakwah secara langsung yang dilaksanakan di masjid, masih kata Gus Turmudzi, memiliki keterbatasan. Jumlah orang yang dapat dijangkau tidak banyak, sementara proses untuk menghadirkan masyarakat secara rutin juga membutuhkan perjuangan yang tidak ringan. “Dari sinilah media digital memiliki posisi yang sangat strategis,” terangnya.
NU Online, kata dia, menjadi salah satu corong dakwah yang terverifikasi, sehingga pesan pesan ke-NU-an dapat disampaikan kepada masyarakat secara lebih luas, cepat, dan tetap dapat dipertanggungjawabkan. Dengan launching ZiNU ini diharapkan tidak sekadar menjadi peluncuran sebuah media, tetapi menjadi momentum untuk membangun budaya literasi dan jurnalistik di lingkungan NU. “Dari surau ke surau, perjuangan NU terus berjalan. Kini perjuangan itu juga hadir di ruang digital, menyapa masyarakat melalui tulisan, berita, foto, video, dan berbagai bentuk konten yang edukatif serta inspiratif,” ujarnya.
Mantan anggota DPRD Banyuwangi ini juga menyampaikan, media bukan sekadar alat publikasi, tapi media merupakan bagian dari perjuangan NU. “Dengan pengelolaan yang profesional, narasi yang menarik, serta berpegang teguh pada nilai Ahlussunah wal Jamaah, media NU diharapkan mampu menjadi corong dakwah dan pusat informasi umat,” pungkasnya.

Penulis : Surya Andi Dwi Putra

Ditulis Oleh

NU Online Banyuwangi

Jurnalis / Kontributor resmi portal berita.

Membuka dokumen...

Link berhasil disalin!